Kurs Pajak

14.05.2012 s/d 20.05.2012
USD 1 9.238,00
AUD 1 9.331,23
SGD 1 7.390,11
JPY 100 11.566,45
EUR 1 11.978,06
Selengkapnya
Jadwal Course apa yang paling anda inginkan?
 

Information Center

Menara Satu Sentra Kelapa Gading Lantai 5 Unit #0501
Jl. Bulevar Kelapa Gading LA3 No. 1, Summarecon Kelapa Gading, Jakarta 14240, Indonesia
Telp: 62 21 2938 5758 (hunting) Fax 62 21 2938 5759
Mail : service[at]dannydarussalam.com
Laga Home Persebaya-Pajak Pertandingan Tinggi Membuat Panpel Tetap Merugi PDF Print E-mail
Friday, 03 February 2012 13:00

SURABAYA– Didukung puluhan ribu suporter setiap pertandingan hometidak membuat Persebaya Surabaya berstatus sebagai tim kaya raya.Sebaliknya,napas Bledug Ijomalah tersengal-sengal karena terc... ekik berbagai regulasi pajak pertandingan. Ketua Panpel Persebaya Sutrisno mengatakan,sesuai Peraturan Daerah (Perda) Surabaya,manajemen Persebaya harus menyetor uang pajak sebesar 15% dari pemasukan kotor setiap laga home.“Itulah yang membuat kami terasa berat karena beban pajak terlalu tinggi lantaran pajak diambilkan dari pendapatan kotor,bukan pendapatan bersih.Itu kami berikan rutin setiap pertandingan home,”ujarnya.


Rata-rata pada setiap pertandingan, Persebaya harus menyetor pajak sebesar Rp60 juta.Saat laga terakhir melawan Persiba Bantul misalnya,berdasarkan data dari panpel,penonton yang datang mencapai 18.536 penonton.Rinciannya,penonton ekonomi membeli tiket sebesar Rp20.000 sebanyak 17.601 orang.Sementara tiket di tribune utama seharga Rp50.000,terjual 823 tiket.Tiket VIP seharga Rp100.000,terjual 112 lembar. Total pendapatan kotor sebesar Rp404.370.000.

Namun,jumlah tersebut harus dipotong pajak sebesar 15%,senilai Rp60.655.500.Jumlah tersebut tentu akan makin meningkat jika jumlah penonton yang hadir lebih banyak. Termasuk ketika menghadapi Kelantan FA di ajang Unity Cup,Persebaya harus merogoh kocek untuk membayar pajak mencapai Rp100 juta.“Untuk pertandingan internasional, pajaknya lebih tinggi lagi,”ujar Sutrisno.

Akibat melambungnya pajak pertandingan,selama satu musim IPL, Persebaya harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp1 miliar.Estimasinya,dengan 13 klub yang berlaga di kompetisi resmi PSSI ini, Persebaya akan melakoni 12 laga homedi Stadion Gelora 10 November Tambaksari.Jika rata-rata penonton sama seperti ketika menghadapi Persiba,yaitu Rp60 juta,maka total satu musim harus keluar biaya sebesar Rp1,2 miliar.

“Panpel diharapkan bisa menggenjot hasil penjualan tiket untuk menutupi kebutuhan Persebaya.Namun,itu tidak bisa maksimal karena satu musim kami harus keluar biaya pajak pertandingan saja sekitar Rp1 miliar,”papar Sutrisno. Bukan hanya pendapatan terpotong pajak pertandingan sebesar 15%,manajemen Persebaya juga masih harus mengeluarkan berbagai biaya ”pajak siluman”.

Salah satunya adalah pajak reklame.Untuk setiap papan reklame yang berada di tepi lapangan saat Persebaya bertanding,panpel harus mengeluarkan biaya sebesar Rp250.000.Ratarata setiap pertandingan ada 28 papan reklame,masing-masing 6 papan reklame berada utara dan selatan,serta 12 buah papan reklame berada di timur.Total biaya untuk papan reklame ini sebesar Rp7 juta setiap pertandingan.

Menurut pengakuan Media Relation Persebaya Ram Surahman,untuk pajak reklame itu,pihaknya menyerahkan kepada Yayasan 10 November sebagai pengelola stadion.Padahal,tahun ini,pengelola Gelora 10 November berada di tangan Pemkot Surabaya melalui Dispora.“Katanya memang sudah diambil alih Dispora,tapi kenapa masih ada biaya-biaya seperti pajak reklame itu.

Apa benar ada aturan tambahan biaya reklame. Padahal,kami sudah mengeluarkan pajak resmi pertandingan sebesar 15%,“ ujarnya. Ram mengatakan,pihak Persebaya sebenarnya juga dirugikan oleh pengelola Gelora 10 November yang memasang papan reklame tanpa seizin pihak manajemen ketika Persebaya bermain,termasuk yang berada di tepi papan skor.“Ada reklame yang tidak masuk melalui Persebaya,tapi langsung ke pengelola.

Padahal,mereka juga ikut diuntungkan ketika Persebaya disiarkan langsung televisi,”ucap Ram. Tidak hanya regulasi pajak yang membuat Persebaya menjerit.Berbagai pengeluaran biaya pertandingan juga harus dikeluarkan, seperti sewa stadion senilai Rp10 juta untuk pertandingan siang,komisi panitia,dan biaya keamanan berkisar Rp15 juta sampai Rp20 juta.

Bahkan tidak lama lagi Pemkot Surabaya juga akan menaikkan biaya sewa stadion menjadi Rp16 juta/pertandingan,“Apakah harus sebesar ini untuk membina pemain? Apalagi,kami harus pandai-pandai mencari pemasukan karena tidak menggunakan APBD,”tutur Sutrisno.


Harian Seputar Indonesia, 3 Februari 2012


Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."